Dapur SPPG MBG sebagai Jantung Operasional Program MBG

Dapur SPPG MBG merupakan fasilitas produksi makanan bergizi yang memenuhi spesifikasi teknis ketat dari Badan Gizi Nasional. Sebagai tulang punggung program prioritas nasional, setiap unit dapur harus memenuhi standar infrastruktur, peralatan, hingga sistem keamanan pangan. Pemerintah menetapkan empat jenis dapur dengan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan wilayah.

Empat Jenis Dapur SPPG Sesuai Keputusan BGN

SPPG Milik Badan Gizi Nasional

Jenis pertama merupakan dapur SPPG MBG yang pembangunannya menggunakan anggaran APBN dan pelaksanaannya langsung oleh BGN. Kapasitas standar mencapai tiga ribu penerima manfaat per hari dengan luas lahan berkisar enam ratus hingga seribu meter persegi. Lokasi dapur wajib berada dalam radius maksimal enam kilometer dari sekolah penerima.

SPPG Mandiri Standar BGN

Berbeda dengan tipe pertama, dapur SPPG MBG mandiri terbangun dan terbiayai secara swadaya oleh mitra. Namun demikian, negara mengakui kontribusi melalui pemberian insentif fasilitas sebesar enam juta rupiah per hari berbasis ketersediaan. Spesifikasi teknis sama persis dengan SPPG milik BGN untuk menjaga konsistensi kualitas layanan nasional.

SPPG Mandiri Bangunan Existing

Kategori ketiga memungkinkan pemanfaatan bangunan existing yang terenovasi menjadi dapur SPPG MBG. Status kepemilikan harus Sertifikat Hak Milik atau sewa minimal lima tahun. Proses renovasi harus memenuhi seluruh persyaratan teknis BGN mencakup pemisahan area bersih dan kotor, sistem ventilasi memadai, hingga instalasi IPAL.

SPPG untuk Wilayah 3T

Khusus wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal, pemerintah menyediakan dapur SPPG MBG dengan desain khusus melayani sekitar seribu penerima manfaat. Ukuran bangunan dan konfigurasi alat dapur tersesuaikan dengan kondisi geografis pegunungan atau kepulauan.

Persyaratan Teknis Dapur SPPG MBG

Spesifikasi Lahan dan Bangunan

Dapur ukuran sepuluh kali lima belas meter memerlukan lahan minimal tiga ratus meter persegi. Untuk dapur berukuran dua puluh kali dua puluh meter, kebutuhan lahan meningkat menjadi minimal delapan ratus meter persegi. Kondisi tanah wajib memenuhi nilai CBR di atas enam persen serta daya dukung tanah lebih dari nol koma dua lima kilogram per centimeter persegi.

Konstruksi bangunan wajib memenuhi standar ketahan gempa dengan nilai Sds maksimal nol koma delapan gravitasi. Struktur juga harus mampu menahan kecepatan angin hingga tiga puluh sembilan meter per detik mengingat posisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Material konstruksi dapat menggunakan baja modular, rangka hollow steel, atau bata dengan teknik terkekang sesuai kondisi lokasi.

Fasilitas Pendukung Wajib

Setiap dapur SPPG MBG wajib dilengkapi IPAL berkapasitas 8,47 m³ per hari, sistem ventilasi optimal, pemadam kebakaran, genset cadangan listrik, serta CCTV. Menggunakan peralatan berkualitas dari pusat alat dapur mbg membantu memenuhi seluruh persyaratan operasional dengan lebih mudah sesuai standar BGN.

Kebutuhan air mencapai 17,5 m³ per hari untuk memasak dan sanitasi. Daya listrik minimal 33 kVa dengan genset sebesar delapan puluh persen dari kebutuhan daya minimal menjamin kontinuitas operasional tanpa gangguan.

Keunggulan Membangun Dapur SPPG MBG

Mitra yang membangun dapur SPPG MBG mandiri berhak menerima insentif berbasis ketersediaan sebesar enam juta rupiah per hari. Skema ini memberikan kepastian finansial karena pembayaran tidak bergantung pada jumlah porsi produksi. Akibatnya, mitra tetap mendapat insentif meskipun operasional sempat berhenti maksimal tiga bulan dalam setahun.

Selain itu, membangun dapur memberikan dampak sosial signifikan bagi komunitas sekitar dengan menciptakan lapangan kerja baru. Program ini berkontribusi langsung meningkatkan status gizi anak sekolah dan kelompok rentan seperti ibu hamil serta balita.

Kesimpulan

Dapur SPPG MBG memiliki standar komprehensif mencakup empat jenis bangunan dengan spesifikasi berbeda. Persyaratan teknis meliputi lahan, struktur bangunan, hingga fasilitas pendukung lengkap untuk menjamin keamanan dan kualitas produksi.

Dengan pemahaman mendalam tentang standar ini, calon mitra dapat mempersiapkan pembangunan atau renovasi dapur sesuai ketentuan BGN untuk berpartisipasi dalam program prioritas nasional berdampak bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *